Entri Populer

Selasa, 03 Mei 2016

ESKATOLOGI VIII



BAB VIII.

PENGADILAN-PENGADILAN

DI MASA DATANG


BAB VIII
PENGADILAN-PENGADILAN DI MASA DATANG
Ada suatu ketika di masa datang di mana semua orang dihakimi oleh Allah. Pemazmur menubuatkan
“… Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya” (Maz 96:13).
Demikian juga tertulis dalam Ibrani 9:27-28
27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, 28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.
Walvoord berkata bahwa, “Dalam sejarah doktrin, orang telah berusaha menggabungkan semua penghakiman akhir ke dalam suatu penghakiman besar.” Namun jika kita meneliti seluruh teks Alkitab mengenai pokok ini secara saksama, nampak jelas bahwa kesimpulan demikian tidak sesuai dengan pernyataan Firman Allah. Memang benar bahwa Kristus adalah satu-satunya hakim atas semua orag dan dalam semua pengadilan, tetapi substansi, waktu, dan tujuan setiap peradilan itu berbeda pada setiap kelompok.
Berdasarkan catatan Alkitab, terdapat lima macam pengadilan. Kelimanya adalah pengadilan terhadap orang-orang percaya, pengadilan terhadap Israel, pengadilan terhadap bangsa-bangsa, pengadilan terhadap para malaikat yang jatuh, dan pengadilan di Takhta putih Besar.

PENGADILAN ORANG-ORANG PERCAYA
            Di dalam 2 Korintus 5:10 dinyatakan bahwa orang percaya akan dibawa sesudah pengangkatan gereja ke depan “Kursi pengadilan atau Bema Kristus.” Pengadilan ini hanya berlaku bagi orang percaya saja.
“10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat” (2 Kor 5:10).
            Ada tiga lukisan dalam Perjanjian Baru yang menyatakan prinsip pengadilan itu. Pertama, lukisan pengadilan, yang menyatakan sebagai pertanggungjawaban kepada Allah. Ini dinyakan oleh Raul Paulus dalam Roma 14:12,”… setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungjawaban tentang dirinya sendiri kepada Allah.
            Kedua, lukisan gedung yang digunakan untuk menyatakan prinsip penilaian di dalam pengadilan (1 Kor 3:11-15).Yang menjadi fondasi bangunan itu ialah Yesus Kristus, Penyelamat orang-orang beriman, dan mereka harus membangun di atas fondasi itu (ay 11). Aka ada pengujian dengan api yang akhirnya membuktikan corak pekerjaan tiap Anak Tuhan. Mereka yang perbuatannya tetap akan menerima pahala tersebut sedangkan mereka yang perbuatan dan pekerjaannya hangus dimakan api, pastilah kehilangan pahala (ay 13), meskipun tetap selamat oleh karena mereka merupakan anak-anak Allah (ay 14-15).
            Itulah sebabnya pembangunan harus menggunakan bahan atau materi yang terbaik seperti emas, perak, dan batu permata. Ini berarti harus berkualitas tinggi (dibungkus kemuliaan Allah) dan kuantitasnya juga harus baik. Janganlah kiranya materi yang digunakan terbuat dari kayu, rumput,kering, atau jerami, yakni hal-hal yang mudah dimakan api. Perbuatan orang Kristen haruslah ditinjau dari segi keabadiannya atau yang bernilai kekal.

ESKATOLOGI VII



BAB VII
KEDATANGAN KRISTUS KEDUA KALI

            Kedatangan Kristus Kedua Kali merupakan salah satu tema utama dalam Alkitab. Pokok ini banyak dibicarakan baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru. Para Rasul dan generasi sesudahnya tetap meyakini bahwa kedatangan Kristus Kedua Kali merupakan peristiwa yang pasti akan terjadi.

Pentingnya Doktrin Kedatangan Kristus Kedua Kali
            Kedatangan Kristus Kedua kali merupakan doktrin yang amat penting untuk dipahami. Pertama, doktrin ini disebutkan lebih dari tiga ratus kali dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Beberapa nas Perjanjian Lama yang membicarakan isu ini adalah Ayub 19:25-26; Daniel 7:13,14; Zakharia 14:4; Malekhi 3:1-2.
            Kedua, doktrin ini merupakan kunci untuk memahami Alkitab sebagai contoh, jabatan Kristus sebagai Raja hanya bisa dipahami secara tepat dari perspektif kedatangan-Nya kedua kali.
            Ketiga, doktrin ini merupakan puncak pengharapan orang-orang percaya. Ini ditegaskan Rasul Yohanes
3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. (1 Yoh. 3:2,3)

Keempat, doktrin ini merupakan pendorong bagi orang-orang percaya untuk mewujudkan kehidupan Kristen yang Alkitabiah.

Pandangan Tentang Kedatangan Kristus Kedua Kali
            Pentingnya doktrin Kedatangan Kristus Kedua Kali ini menarik perhatian yang besar untuk mempelajarinya, dan sulit dielakkan bahwa doktrin ini telah menimbulkan beragam pandangan. Pada dasarnya pandangan mengenai kedatangan Kristus Kedua Kali ini bisa dikelompokkan menjadi tiga, yakni Amillenialisme, Postmileenialisme, dan Premillenialisme.

Pandangan Amillenialisme
            Secara sederhana Amillenialisme berarti secara literal pada masa depan tidak aka nada Kerjaan Seribu Tahun yang makmur dan damai di bumi. Kedatangan Kristus Kedua Kali adalah pada akhir periode Gereja. Golongan ini percaya bahwa keadaan orang percaya sekarang ini adalah “Kerajaan Seribu Tahun” itu.
            Adapun urut-urutan peristiwa dimulai dengan suatu masa krisis atau siksaan yang menandai berakhirnya periode gereja. Dalam kondisi gereja yang demikian, Kristus datang dalam kemulian-Nya. Kemudian terjadi kebangkitan umum yang diikuti dengan pengadilan dan kekekalan di bumi.
            Metode interpretasi yang diterapkan para penganut amillenialisme ini adalah dengan mengalegorikan janji-jani Allah bagi Israel sebagai bangsa dan bahwa janji itu dipenuhi oleh Gereja. Dengan cara itu mereka menafsirkan Wahyu 20 dengan menganggap bahwa Kerajaan Seribu Tahun (KST) melukiskan keadaan orang mati dalam Yesus di antara periode kedatangan Yesus Pertama dan Kedua.

Pandangan Postmillenialisme
            Golongan penganut Postmilenialisme percaya bahwa kedatangan Kristus Kedua Kali adalah sesudah kerajaan Seribu Tahun (Millenial Kingdom). Pandangan ini menolak adanya kerajaan Millenium yang ditandai dengan masa penuh kemakmuran dan kedamaian di bumi. Mereka memahami seribu tahun secara alegoris, yakni sebagai symbol bagi masa Gereja. Mereka mengasosiasikan kerajaan Milenium dengan masa gereja. Masa penuh kedamaian dan kemakmuran itu nantinya merupakan hasil perjuanganb gereja yang bekerja keras memberitakan Injil Kerajaan Allah ke seluruh dunia agar setiap orang mengalami karya keselamatan dari Roh Kudus. Pada akhirnya dunia ini akan dikristenkan, dan kedatangan Kristus menjadi penutup aatau akhir periode millennium gereja itu.
            Kedatangan Yesus Kristus Kedua Kali diikuti oleh kebangkitan dan pengadilan missal, dan menjadi tanda awal bagi berlakunya masa kekekalan.

Pandangan Premillenialisme
            Pandangan ini paling banyak dianut oleh kalangan Injili. Golongan ini berkeyakinan bahwa Kedatangan Kristus Kedua Kali akan terjadi sebelum masa Kerajaan Seribu Tahun. Kristus datang memerintah sebagai Raja untuk memerintah kerajaan Damai Sejahtera atau Kerajaan Syalom.
            Urut-urutan peristiwa ditandai dengan berakhirnya periode gereja sebelum masa Tribulasi (Siksaan) dengan pengangkatan gereja sebagai mempelai wanita Kristus (1 Tes. 4:15-17). Setelah gereja diangkat untuk memasuki pesta Anak Domba, di bumi teerjadi siksaan yang sangat dahsyat dan universal (Why. 6-20). Siksaan ini berdurasi sama dengan pesta Anak Domba, yaitu tujuh tahun lamanya. Lalu penghujung masa Tribulasi Besar Kristus datang untu kedua kalinya.
            Peristiwa pertama yang dilakukan Kristus adalah berperang untuk mengalahkan “trtunggal mesum” yakni Setan, Antikristus, dan Nabi Palsu dalam perang Armagedon. Peperangan ini dimenangkan secara gilang gemilang oleh Kristus yang didampingi para saleh-Nya. Iblis kemudian dicampakkan ke jurang maut untuk seribu tahun lamanya. Para sekutunya insane-non insane berada bersama-sama Setan itu.
            Kemenangan besar Kristus ini menjadi awal pendirian Kerajaan Syalom atau Kerjaan Seribu Tahun oleh Kristus di atas bumi ini dengan pusat pemerintahan-Nya di kota Yerusalem, di negeri Israel. Dari saanalah Kristus bersama para saleh-Nya menata kembali bumiyang gersang dan porak poranda akibat murka Allah terhadap Iblis dan seteru-seteru-Nya di sepanjang Tribulasi. Penataan ini selanjutnya akan melahirkan kebenaran dan damai sejahtera di seluruh dunia ini (Dan. 5:24).
            Setelah genap masanya, yakni seribu tahun, aka nada kebangkitan dan penghakiman terhadap orang-orang tidak percaya di sepanjang zaman terdahulu. Peristiwa itu akan disusul dengan pemberontakan Iblis di penghujung Kerajaan Seribu Tahun yang damai tersebut. Vonis pengadilan Kristus di Takhta Putih itu adalah pencampakkan manusia sesat sebagai para terdakwa ke dalam neraka untuk selama-lamanya (Why. 20:11-15). Kemudian penghuni kerjaan Syalom memasuki kekekalan abadi beersama Allah di Sorga Baru dan Bumi Baru untuk sela-lamanya.
            Metode interpretasi yang dipegang oleh kalangan penganut premillenialisme ini ialah yang sederhana, normal/literal (bukan leterlek), historical dan gramatikal, kontekstual. Dengan metode ini pengangkatan gereja “Rature” akan terjadi sebagaimana adanya (pre-tribulasi). Juga Wahyu 20 ditafsirkan sebagai sungguh-sungguh akan terjadi sebagaimana tertulis.

Pandangan Tokoh-tokoh Gereja
            Fakta tentang premillenialisme bukan hanya dibuat oleh para penganjurnya. Bahkan kalangan yang menganut amillenialisme atau postmillenialisme juga memberikan penilaian factual yang jujur tentang premillenialisme.
            O.T. Allis (Prophecy and the Curch), hal. 238, seorang penganut Amillenialisme berkata
            “Premillenialisme dianut secara luas oleh gereja yang mula-mula, namun berapa luas, tidak seorangpun yang tahu. Namun tekanan di mana banyak pengikutnya…, telah menimbulkan berbagai pertentangan terhadapnya; diganti secara luas pula oleh pandangan “rohaniah” dari Agustinus”

“Baru pada awal abad yang lampau pendapat ini menjadi sangat bepengaruh dalam masa modern. Popularitasnya makin bertambah; dan tuntunan yang sering dibuat, ialah bahwa kebanyakan pemimpin Injili di Gereja masa kini, adalah penganut paham premillenialisme.

            Whitby, seorang post-millenialisme, sebagaimana dikutip oleh GNH Peters, Theocratic Kingdom 1, hal. 482, mengatakan:
“Doktrin Milenium atau pemerintahan saleh-saleh di bumi selama 1000 tahun, sekarang ini ditolak oleh orang katholik, namun dianut oleh orang-orang Kristen teerbaik selama 250 tahun pertama sebagai tradisi kerasulan dan paham di mana diberitahukan oleh banyak bapak-bapak gereja abad kedua dan ketiga sebagai kebiasaan Tuhan kita dan murid-murid-Nya dan semuah tokoh-tokoh rohaniawan yang didup sebelum mereka; yang disampaikan dan penafsiran firman seperti itu juga, dan mereka mengatakan bahwa hal itu dianut oleh orang Kristen yang sunggu-sungguh orthodox. Paaham ini tidak saja oleh Papias (di Phyrgia), Nepos, (di Mesir), Apollonaris (di Barat) Methodius (di Selatan), Cyprian Victorinus (di German), tetapi bahkan oleh Tertulian (di Afrika) Lactantius (di Italy), dan oleh konsili Nicea (AD 323).”
            Philip Schaff, history of the Shristian Curch, Jilid II, hal. 614. Golongan Amillenialisme dan postmillenialisme mengalami kenyataan ini, karena memang sejarah mencatat kenyataan tersebut yang tidak bisa dibantah dan sudah bersifat universal. Schaff mencatat:
“Pokok paling menarik dalam eskatologi sesudah kosili Nicea adalah keutamaan paham “chiliasm” atau millenarianism, atau kepercayaan bahwa Kristus akan memerintah secara kelihatan oleh manusia dalam kemuliaan di bumi dengan orang-orang saleh yang bangkit selama 1000 tahun, sebelum kebangkitan dan pengadilan umum.”

Harnach mengatakan bahwa:
“Doktrin tentang KKKK dan Kerajaan itu telah muncul sebegitu awal, sehingga haruslah diragukan apa bila paham ini tidak merupakan bagian hakiki dari agama Kristen” (dikutip oleh Chafer IV, hal 277).
            Eksponen Premillenialisme bernama GNH peters dalam Theocratic Kingdom I (Hal. 494 s/d 496) membagi berbagai pandangan ini ke dalam 3 periode.

Tokoh-Tokoh Premillenialisme Abad !
            Para tokoh Kristen yang bersikap positif terhadap premillenialisme adalah Andreas, Petrus, Filipus, Thomas, Yakub, Yohanes, Matius Aristio, Yohanes Presbyteros. Semuanya dikutip oleh Papias yang menurut Irenius adalah murid Yohanes dan teman dari Polycarpus. Petunjuk-petunjuk ini sepakat bahwa murid-murit memegang pandangan Yahudi abad I tentang pemerintahan Mesias. Mereka bukannya menentang paham itu tetapi sebaliknya mengaikannya dengan KKKK
            Tokoh-tokoh lainnya yang menganut paham ini, ialah Clement dari Roma (Fil. 4:3), yang hidup kira-kira 40-100 M. baenabas, dari Smyrna, murid Yohanes, yang hidup tahung 70-167 M, dan Papia, uskup Hierapolis yang hidup yahun 80-163 M.
            Dipihaklain tak seorang penulispun dapat dikatan sebagai tokoh penentang Premill dalam abad itu. Jadi di samping tokoh-tokoh Kristen yang dianggap sebagai bapak-bapak gereja memegang paham Kerajaan Seribu Tahun dan ditambah dengan kenyataan bahwa tidak ada tokoh Kristen maupun tulisan mereka yang menentangnya, tentu saja inilah paham yang dianut oleh gereja mula-mula oleh bapak-bapak gereja. Ini pula sebagai bukkti bahwa paham Kerajaan Seribu Tahun (KST) adalah ajaran Perjanjian Baru.

Tokoh Premillenialisme Abad II
            Parah tokoh abad ke 2 penganut premillenialisme adalah tokoh-tokoh gereja yang kuat di abad ke II, yakni mereka yang dianggap oleh Gereja Tuhan sebagai bapak-bapak gereja. Mereka di antaranya adalah Ponphinus, (87-177M), Yustinus Martyr (100-168 M), Melito Uskup Sardus (100-190 M), Tatian (130-190), Irenius (140-202 M), gereja-gereja di Niniwe dan Lyons, Tertulian (150-220 M), dan Hippolytus (160-240 M).
            Di pihak lain, tidak ada seorang penulispun dapat dipersembahkan sebagai tokoh penentang Premillenialisme dalam abad ini. Jadi disamping tokoh-tokoh Kristen yang dianggap sebagai Bapak-bapak Gereja yang memegang paham Kerjaan Seribu Tahun dan ditambah dengan kenyataan bahwa tidak ada yang menentangnya, tentu saja inilah paham yang dianut oleh gereja mula-mula, oleh bapak-bapak gereja. Ini pula sebagai bukti bahwa Kerjaan Seribu Tahun adalah ajaran Perjanjian Baru.

Tokoh Premillenialisme Abad III
            Para tokoh Kristen menganut premill pada abad ke III adalah Cyprian, 200-258 M; Commodian, 200-270 M; Nepos, Uskup dari Arsinoe, 230-280 M, coracion, 230-280 M; Victorinu, 240-330 M; Metheodius, 250-330 M. Di antara tokoh-tokoh yang paling tegas berbicara mendukung konsep premill adalah Clement dari Roma (40-100) yang menulis
“Tentang suatu kebenaran, segera dan tiba-tiba akan dibentuknya sebagaimana difirmankan Alkitab katanya, segeralah datang ke Bait Suci-Nya, bahkan Yang Maha Kudus, yang ke pada-Nya kami nantikan.

Yustinus Martyr menulis dala “ Dialog dengan Trypho”
“tetapi saya dan siapa saja yang sehat akalnya dari segala segi sebagai seorang Kristen mengetahui bahwa aka nada kebangkitan dari kematian dan seribu tahun di Yerusalem yang akan di bangun dan diperluas sebagaiamana nabi Yehezkiel dan Yesaya dan yang lainnya menyatakan…”

            Dan selanjutnya, orang tertentu bersama Yohanes, salah seorang murid Kristus, menubuatkan dengan jalan Wahyu yang diperbuat baginya bahwa mereka yang percaya kepada Kristus akan menghabiskan 1000 tahun sebelum kebangkitan dan penghakiman semua orang berlaku.
            Justin dan Tertullia, bersama-sama berpendapat bahwa ada tiga kelas manusia dalam memberikan tanggapan tentang kebangktan tubuh dan Kerajaan Seribu Tahun. Pertama, bidat-bidat (heretics), yaitu mereka yang menolak kebangkitan tubuh dan masa seribu tahun; kedua, orang-orabg ortodoks benar yang menerima kebangkitan (tubuh) dan Kerjaan Kristus diatas bumi; dan ketiga, orang percaya, yang setuju dengan orang-orang benar, namun berusaha mengalegorikan dan merubah ke bentuk metaphor semua Firman Suci yang dimaksudkan bagi pemerintahan Kristus yang wajar, dan mereka cenderung setuju dengan bidat yang menyangkali, dari pada kaum ortodoks yang memelihara pemerintahan Kristus di dunia. Justin menganggap bahwa criteria konservativ sungguh-sungguh terletak pada konsep Premillenialisme.

Antagonisme Terhadap Premillenialisme
            Harus dikatakan bahwa perjuangan kaum reformator merupakan suatu awal dari kebangkitan konsep Premillenialisme. Panggilan mereka untuk kembali pada “Sola Scripture” dengan metode penafsiran literal telah membuka kembali basis Premillenialisme. Ini memulai gerakan kembali kepada azaz yang dianut oleh bapak-bapak gereja mula-mula namun telah diselewangkan oleh Originus dan Agustinus di abad III & IV.
            GNH Peters dalam bukunya The Theocratic Kingdom I (Hal. 538), mengetengahkan beberapa tokoh kuat yang menggerakan kembali paham Premillenialisme, seperti halnya: Sarjana Alkitab yang sehat yaitu Joseph Mede (1586-1638), Tn Brightman (1644), J.A. Bengel (orang terdidik dan saleh, 1687-1752), Tn. Goodwin (1679), Farmet (1660), dan lain-lain.
            Pada abad 19 ini di Amerika Serikat terdapat 360 ekspositor di antara pemimpin-pemimpin dalam sebelas denominasi yang tulisan-tulisannya menunjukkan bahwa mereka menganut/mengajarkan konsep Premillenialisme; 470 penulis dan pendeta di Eropa yang konsisten menguraikan tentang Premill. Elspositor-ekspositor terkenal dalam bidang ini ialah Bengel, Steir, Alford, Lange, Meyer, Fausset, Keach, Ryle, Ellicott, Wescolt, Darby, dam masih banyak yang lainnya.
            Penyebab antagonism terhadap Premillenialisme adalah dasar pemikiran Sekolah Teologia Fisafat Alexandria yang dipimpin oleh Clement dari Alexsadria, dan diteruskan oleh murid-muridnya terutama Originus yang mempopulerkan metode penafsiran alegori. Originus inilah yang mempunyai pengarus luas terhadap dunia Teologia, baik dari segi positif maupun segi negative (merugikan).
            Kebangkitan dalam formula yang lebih sistematik ajaran-ajaran palsu seperti Gnosticism, docetism telah mebuahkan sinkritisme ajaran Kristen. Yaitu menerima sebagian ajaran Alkitabsecara litaral, tetapi dikawinkan dengan faham-faham di atas yang menolak kenyataan bahwa materi itu baik dan riil (tidak jahat dan semu). Bagi mereka masa depan yang begitu adil dan makmur mustahil terjadi di bumi.
            Kebangkitan pikiran anti-Yudaisme oleh orang-orang Kristen oleh karena perlakuan mereka kepada Yesus Kristus. Hal ini disebabkan karena mayoritas orang-orang Kristen terdiri dari orang-orang non Yahudi. Mereka Antagonistik paham Premill, karena dianggap berbau Yahudi.
            Persatuan antara gereja dan Negara oleh Konstantinus yang membawakan sedikit masa kemakmuran. Akan tetapi pembebasan dari penganiayaan kepada orang-orang Kristen telah melemahkan pengharapan KKKK dan menguatkan kerinduan membentuk supremasi temporal dari keristenan sebagai kepenuhan dari janji membawa Kristus, Mesias itu akan memerintah di bumi ini. juga konsep pemerintahan di ahti.
            Pengaruh kuat Agustinus, dengan penafsiran alegorisnya dalam dunia teologia.
            Penekanan/peniadaan/penyembunyian tulisan-tulisan bapak-bapak gereja untuk menghilangkan dan mengurangi pengaruh mereka di mana Premill menjadi salah satu pengajaran hakiki mereka.

Kesimpulan Tentang Kedatangan Kristus Kedua Kali
            Obsevasi terakhir menunjukkan bahwa kedatangan Kristus kedua kali terjadi secara Premillenialisme. Artinya, tidak mungkin ada kerajaan Syalom kalau bukan pribadi sempurna Kristus yang mendirikan dan memerintahnya> Kristus adalah satu-satunya pemimpin ideal untuk semua itu. Kedatangan Kristus Kedua Kali aadalah “Literal Advent,” dan ini berarti kedatangan-Nya harus dengan tubuh yang kelihatan atau visible, yaitu tubuh kebangkitan. Hal ini mutlak untuk memungkinkan suatu pemerintahan yang real/konkrit sesudah penghakiman dunia. Ia datang sebagai Hakim yang Agung dan Raja di atas segala raja.
            Kedatangan Kristus kedua kali adalah penting dan perlu, karena banyaknya nubuatan yang belum terpenuhi, dan hanyaterpenuhi dengan kedatangan-Nya. Berikut adalah nubuatan yang masih akan digenapi.
Ia akan kembali (KPR 1:11)
Orang mati akan mendengar suara-Nya (Yoh. 5:28)
Ia akan melayani hamba-Nya yang menantikan-Nya (Luk. 12:37)
Ia kembali ke atas Bukit Zaitun di mana Ia terangkat waktu naik ke sorga (Zak. 14:4)
Ia akan datang dalam nyala api (2 Tes. 1:8) di awan-awan dari lagit dengan kuasa dan kemuliaan (Mat. 24:30; 1 Pet. 1:7; 4:13), dan berdiri di bumi (Ayb. 14:25)
Saleh-saleh-Nya (gereja) akan kembali bersama Dia ( 1 Tes. 3:13; Yud. 14)
Semua mata akan melihat-Nya (Why. 1:7)
Ia akan menghancurkan Antikristus (2 Tes. 2:8)
Bahwa bangsa-bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan mengadili mereka (Mat. 25:32)
Ia akan duduk pada takhtah-Nya (Mat. 25:31; Why. 5:31)
Ia akan memiliki tajhta Daud. (Yes. 9:6-7; Luk. 1:32; Yeh. 21:25-27), dan pemerintahan itu akan terjadi di bumi (Yer. 23:5-6)
Ia akan memiliki suatu Kerajaan (Dan. 7:13-14; Yes. 9:6)
Ia akan memerintah kerajaan itu bersama-sama saleh-saleh-Nya (Dan. 7:18-27; Why. 5:10)
Segala raja dan bangsa akan melayani Dia (Maz. 72:11; Yes. 46:6-9; Why. 11:15)
Bangsa-bangsa akan berkumpul  kepada-Nya (Yes. 45:23)
Tiap lutut akan bertelut dan mereka akan datang menyembah Sang Raja (Za. 14:6; Maz. 86:9; Fil. 2:11).
Ia akan membangun Sion (Maz. 102:16), dan takhtah-Nya akan berada di Yerusalem (Yer. 2:17; Yes. 33:20-21)
Rasul-rasul akan duduk di atas 12 takhta mengadili kedua belas suku Israel (Mat. 19:28; Lik. 22:28-30)
Ia akan memerintah segala bangsa (Maz. 2:8-9; Why. 2:27)
Ia akan memerintah dengan penghakiman dan keadilan (Maz. 9:9)
Bait Allah Yerusalem akan dibangun kembali (Yeh. 40-48)
Kemuliaan Allah akan datang ke Yerusalem (Yeh. 43:2-5; 44:4; 40:5)
Padang belantara akan menjadi lading yang berbuah banyak (Yes. 35:15).
Padang pasir akan berbunga sebagai mawart (Yes. 35:1-2)
Perhentian-Nya akan bercahaya mulia (Yes. 11:10)

            Program Kerajaan kepada Israel yang begitu jelas dinubuatkan belum pernah dipenuhi, sehingga Kedatangan Kristus Kedua Kali sebagai Raja di Takhta Daud sebagai Mesias adalah bersifat mutlak. Tidak mempercayai Kedatangan Kristus Kedua Kali untuk menjadi Raja di takhta Daud sama dengan menolak eksistensi dari nubuatan-nubuatan sebagai Firman Allah.
            Kedatangan Kristus Kedua Kali akan bersifat visible (kelihatan). Ini merupakan manifestasi penuh kepada seluruh dunia yang dapat dilihat mata oleh setiap insane (KPR. 1:11; Why. 1:7; Mat. 24:30). Manifestasi universal ini disertai dengan manifestasi/penyataan kemuliaan-Nya (Mat. 16:27; 25:31; Why. 14:7; 18:1; 19:1)
            Kedatangan Kristus Kedua Kali tidak hanya bersifat eskatologis, tetapi juga kental dengan sifat praktisnya. Dokktrin tentang kedatangan Kristus Kedua Kali digunakan secara luas.

Sebagai Basis Pengajaran Dan Teguran-Tegiran
Sebagai peringatan agar waspada (Mat. 24:44; 25:13; Mrk. 13:32-37; Luk. 35:38; Why. 16:5)
Sebagai teguran untuk hidup sederhana ( 1 Tes. 5:2-6; 1 Pet 1:3;4;7; 5:8; Luk 12:42-44; 19:12-13)
Sebagai teguran untuk bertobat (KPR 3: 19-21; Why 3:3)
Sebagai teguran agar setia (Mat 25:19-21; Luk 12:42-44)
Sebagai teguran agar tidak malu karena Kristus (Mrk 8:38)
Sebagai teguran menentang keduniawian (Mat 16:26-27)
Sebagai teguran agar hidup tenang (Fil 1:9-10)
Sebagaii teguran agar sabar (Ibr. 10:36-37; Yak. 5:7-8)
Sebagai pengajaran agar mengalahkan daging (Kol. 3:3-27)
Sebagai Teguran tulus (Fil. 1:9-10)
Sebagai teguran agar hidup suci dalam hal-hal praktis (1 Tes 5:23)
Sebagai pengajaran agar melakukan penggembalaan dengan setia (2 Tim 4:1-2)
Sebagai pengajaran agar taat kepada nasehat rasul-rasul ( 1 Tim 6:13-14)
Sebagai teguran agar hidup sebagai gembala yang suci ( 1 Pet 5:2-4)
Sebagai pengajaran agar tetap tinggal dalam Kristus ( 1 Yoh 2:28)
Sebagai pengajaran kesalehan ( 1Yoh 3:2-3)
Sebagai ajaran agar tahan atas percobaan dan ujian iman (1 Pet 1:7)
Sebagai pengajaran agar menanggung derita bagi nama Tuhan (1 Pet 4:13)
Sebagai ajaran agar membentuk hidup rohani yang luhur (2 Pet 3:11-13)
Sebagai ajaran untuk hidup mengasihi sebagai saudara ( 1 Tes 3:12-13)
Sebagai ajaran agar mengingat selalu kewarganegaraan yang ada di Sorga (Fil 3:20-21)
Sebagai ajaran agar kasih kepada KKKK dipertebal ( 2 Tim 4:7-8)
Sebagai ajaran akan penantian kepada Dia (Ibr 9:27-28)
Sebagai ajaran agar memegang teguh pengharapan sampai pada akhirnya (Why 2:25;3:11)
Sebagai ajaran agar berjaga-jaga karena sifat kedatanganNya yang tiba-tiba (Luk 17:24-30)
Sebagai ajaran memasuki penghakiman yang tergesa-gesa (1 Kor 4:5)
Sebagai ajaran yang meyakinkan bahwa Kristus akan menyelesaikan tugasNya (Fil 1:6)
Sebagai ajaran adanya pahala yang akan datang (Mat 19:27-28)
Sebagai ajaran meyakinkan murid-murid agar bersukacita (2 Kor 1:14;Fil2:16; 1Tes 2:19)
Sebagai penghiburan bagi rasul-rasul yang ditinggalkan Yesus Kristus (Yoh 14:3;KPR 1:11)
Sebagai peringatan bahwa itulah peristiwa utama (1 Tes 1:9-10)
Sebagai peringatan akan pengalaman anugerah dan jaminan tak bercela (1 Kor 1:4-8)
Sebagai peringatan akan saat penghakiman bangsa-bangsa yang hidup di dunia (Mat 25:31-46)
Sebagai pengajaran tentang penyempurnaan kebangkitan bagi saleh-salehNya (1 Kor 15:23)
Sebagai ajaran penghiburan (1 Tes 4:14-18)
Sebagai pengajaran yang saat saleh-saleh Tuhan dinyatakan (Kol 3:4)
Sebagai peringatan yang diproklamasikan pada meja perjamuan (1 11:26)

ESKATOLOGI VI



BAB VI
MASA TRIBULASI
(PENYIKSAAN YANG DAHSYAT)

            Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berbicara banyak sekali tentang periode siksaan (tribulasi), dan bahkan lebih banyak dari aza Alkitab lainnya. Lama waktu masa ini dinubuatkan sebagai masa ke 70 dalam Daniel 9:24-27. Setengah dari masa ini dinyatakan sebagai 42 bulan atau 1260 hari (why. 11:2-3) dengan pengetian 1 bulan sama dngan 30 hari lamanya. Masa selama 7 tahun itu dibagi natas dua bagian yang sama, yaitu masing-masing 31/2 tahun yang ditandai dengan adanya Prtjanjian Perdamaian antara Israel dengan Antikristus di awal masa tribulasi serta pembatalan perjanjian tersebut di tengah-tengah maa itu.

            Masa Tribulasi disebut juga sebagai Hari Tuhan, seperti tertera dalam nas-nas Yesaya 2:12; 13:6,9; Yehezkiel 13:5; 30:3; Yoel 1:15; 2:1,11,31; 3:14; Amos 5:18,20; Obaja 15; zefanya 1:17,14; Zakharia14:1; Maleakhi 4:5; Kisah Para Rasul 2:20; 1 Tesalonika 5:2; 2 Tesalonika 2:2 dan 2 Petrus 3:19 disamping itu, istilah-istilah yang menyatakan “hari itu” dan “hari besar itu” digunakan lebih dari 70 kali dalam Perjanjian Lama. Apabila diteliti, nas-nas di atas akan menunjukkan kepada permulaan ketikan Allah mulai mengadakan perhitungan dengan Israel selama satu kali tujuh masa (Dan 9:27) sampai kedatangan Kristus kedua kali dan dilanjutkan dengan masa kerajaan Damai di Bumi (KDB) sampai penciptaan Dunia Baru dan Sorga Baru.

Keunikan Masa Tribulasi
            Meskipun sepanjang sejarahnya, dunia juga mengalami berbagai kesukaran, tetapi masa tribulasi ini unik.keunian dari masa itu dinyatakan oleh Tuhan Yesus sendiri, seperti dicatat oleh Matius yang berbunyi; “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi “(Mat. 24:21). Tasul Yohanes menjelaskan nubuatanini, bahwa semua orang tanpa terkecuali akan mencari perlindungan, tetapi perlindungan itu tidak mereka dapatkan, sehingga mereka berseru kepada gunung-gunung”…Runtuhlah menimpa kami….” (Why. 6:15-17). Berdasarkan data ini terlihat sekurang-kurangnya ada dua sifat dari masa tribulasi yang membedakannya dari masalah-masalah lain yang juga mengalami kesukaran-kesukaran hudp, yakni cakupan wilahnya yang mendunia dan reaksi kengerian yang luar biasa.
            Pertama, peristiwa-peristiwa ini dialami  di seluruh bumi (world widw) dan bukan bersifat local (Why 3:10). Penderitaan yang dialami oleh manusiadewasa ini, meskipun termasuk berat, sifatnya local, sehingga tidak sama dengan Masa Tribulasi yang merupakan periode penghukuman Allah yaitu penuangan murka Allah secara universal.
            Kedua, manusiaakan bertindak seperti benar-benar sudah kiamat. Di masa-masa kesukaran orang bisa saja menganggap sudah siksaan, tapi sebenarnya mereka tidak mengalami masa itu betul-betul sudah terjadi. Di dalam Masa Tribulasi \, manusia akan berusaha untuk menyembunyikan diri nereka dalam gua-gua dan cela-cela batu karang di gunung. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan bati-batu karang itu: Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di ata takhta dan terhadap murka Anak Domba itu” (Why. 6:16). Dalam masa Tribulasi orang akanmenghendaki kematian dari pada kehidupan, karena bayangan masa depan yang tidak menarik sama sekali.

Tujuan Tribulasi
            Pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa Allah mengadakan masa Tribulasi, dan apa tujuannya. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa tujuan peristiwa tersebut.
            Pertama, Persiapan bagi umat Israel menghadapi kedatangan Mesias. Masa itu disebutkan sebagai “Kesusahan bagi Yakub” supaya ia ssiap menerima keselamatan dari Mesias (Yer. 30:7). Tuhan Yesus menyatakan hal ini di dalam Matius 24:14 dan juga sebagaimana Yohanes Pembaptis membawa berita persiapan kedatangan Kristus pertama kali (KKPK). Adapun keberhasilannya ialah karena adanya kesukaran yang dahsyat, sehingga banyak orang Yahudi bertobat (Mat. 25:1-13; Why. 7:12-8). Jadi dahsyatnya peristiwa ini, mengakibatkan orang Yahudi mencari Mesias yang adalah Yesus Kristus, sehingga akan terjadi pertobatan masal mereka.
            Kedua, Pemberian kesempatan terakhir bagi bangsa-bangsa lain untuk menerima Mesias. Allah menghendaki agar KDB (KST: Kerajaan Seribu Tahun) dihuni oleh banyak bangsa-bangsa lain yang sudah selamat melalui khotbah dari sisa-sisa orang Israel. Ditambah dengan kesukaran yang amat dahsyat itu maka banyaklah orang dari segala bangsa dan suku, bangsa dan bahasa (Why 7:9; Mat. 25:31-46-domba), yang akan bertobat. Jadi KDB juga akan dipenuhi dengan orang-orang dari Israel dan non Israel.
            Ketiga, Penuangan hukuman (murka) yang setimpal. Tujuan Tribulasi juga adalah peristiwa dimana Allahmenuangkan hukuman (murka) yang setimpal kepada orang-orang Israel yang tidak percaya dan kepada bangsa-bangsa (Why. 3:10; 6:15). Sebab-sebabnya ialah: kejahatan, kemurtadan dan kemorosotan akhlak mereka (Why. 14:8); penyembahan berhala khususnya kepada Setan (Why. 13:11-18); dan kekerasan hati mereka terhadaap Allah (Why. 16:9).
            Jangkaunnya jelas diseluruh dunia secara merata seperti tertera dalam Yeremia 25:32-33, Yesaya 26:21, dan 3 Tesalonika 2:12. Inilah program Allah untuk membersihkan dunia ini dari dosa sebelum Anak Allah datang sebagai Raja untuk memerintah kerajaan Damai dan Adil di Bumi.

Kronologis Peristiwa-Peristiwa di Masa Tribulasi
            Kronologis ini memang tidak final dan terperinci, namun akan menolong meletakkan peristiwa-peristiwa periode ini dalam susunan yang logir dan mudah diingat. Meskipun banyak peristiwa yang terjadi dan akan diperhatikan sati demi satu, ada baiknya deskripsi peristiwa-peristiwa tersebut dijelaskan secara umum terlebih dahulu.

Deskripsi Umum
            Secara umum peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masa tribulasi adalah
Penghukuman dunia dalam tiga segi, yakni meterai (Why 6). Terompet (Why 8,9) dan cawan (Why 16);
Penganiayaan Israel (Mat. 24:9-22; Why. 12:17);
MasaPenyelamatan bagi banyak orang (Why. 7:4-8, 13);
Periode pemerintahan Antikristus (2 Tes. 2:3,4; Why, 13:1-6); dan peperangan bangsa-bangsa secara menyeluruh di lembah Megido (Why. 19:17-19) yang diakhiri dengan kedatangan Kristus kedua kali di bumi.

Deskripsi Khusu
            Dari sfat-sifat khususnya peristiwa tribulasi ini dapat dijelaskan sebagai
Penghakiman (Why. 14:7; 15:4; 16:5,7; 19:2);
Murka (Zef. 1:15, 18; 1 Tes. 1:10; 5:9; Why. 6:16,17, dll);
Amarah (Yes. 26:20-21; 34:1-3);
Kemurtadan (Yes. 24:1-4,9-12);
Hukuman (Yes. 24:20-21);
Kegelapan (Ams. 5:18; Yl. 2:2; Zef. 1:14-18);
Kesukaran (Yes. 30:7; Dan. 12:1);
Kehancuran (Yl. 1:15; 1 Tes. 5:3):
Kemusnahan (Dan. 9:27; Zwf. 1:14-15);
Peristiwa ini sangat mengerikan!

Deskripsi terperinci
            Peristiwa yang terjadi pada masa Tribulasi bisa dibagi menjadi peristiwa awal Tribulasi, peristiwa pada pertengahan Tribulasi, dan peristiwa pada akhir Tribulasi. Untuk lebih jelasnya peristiwa ini, maka dibawah ini akan diberikan rincian penjelasan (Lih. Chart ke 8 dan ke 9, yaitu periode tujuh tahun terakhir dan perbandingan buku Wahyu dalam kaitannya dengan Nubuatan Daniel 9:27 dan Matius 24).

Peristiwa-Peristiwa di Awal Tribulasi
            Peristiwa yang terjadi pada awal Tribulasi adalah Antikristus naik takhta, kemunculan dua saksi, dan 144.000 dari 12 suku Israel siselamatkan.

Antikristus Naik Takhta Kekuasaan Dunia )2 Te. 2:7-8)
            Pada awalnya Antikristus muncul sebagai tokoh kecil dari Eropa Tenggara. Kemudian ia menaklukan 3 kerjaan dan menjadi penguasa konfedarsi 10 kerajaan di Eropa (Dan. 7:24; 8:25; Why. 3:10), yang menjadikannyamenjadi “dictator” Eropa. Selanjutnya, ia mengadakan perjanjian damai dengan Israel untuk masa 7 tahun termasuk ijin untuk mengadakan system persembahan kepadanya di Bait Allah (Dan. 9:27).Di samping itu antagonism dikalangan bangsa Arab terus meningkat juga, sehingga timbul pertentangan keras di antaranya.

Munculnya Dua Saksi
            Henokh dan Elia, 2 orang nabi yang diangkat oleh Allah ke sorga dan belum pernah mengalami kematian secara jasmani (Kej. 5:24; 2 Raj. 2:11), kemudian akan muncul kembali di bumi pada masa itu dan memulai pelaayanannya di Yerusalem yang berlangsung selama 31/2 tahun, atau 1260 hari. Kemudian mereka akan disembelih, tetapi oleh Kuasa Tuhan mereka segera diangkat ke sorga (Mal. 4:5-6; Why. 11:3-12).

144.000 Dari 12 Suku Israelk Diselamatkan
            Selanjutnya aka nada sekelompok orang berjumlah 144.000 dari keduabelas suku Israel yang diselamatkan dan dimeteraikan Allah untuk bersaksi. Mereka juga akhirnya akan mati syahit (Why. 7:14 band. Yoh. 9:4).

Kejadian Pada Pertengahan 31/2 tahun pertama
            Oleh karena kelicikan dan kekuasaannya, Antikristus menang atas bengsa-bangsa, sementara Rusia memelihara keseimbangan (balance) kekuasaan. Persekutuan Negara-negara yang menduduki batas kerajaan Romawi dahulu akan mengkonsilidasikan diri dan menentang penguasa-penguasa dunia lainnya melalui unsure-unsur politik (militer atau diplomatic). Perkembangan pengaruhnya akan beerangsur-angsur dan semakin kuat karena adanya kebutuhan dunia untuk keluar dari krisis besar sehingga ketegangan dunia meningkat. Dan Antikristus akan tampil sebagai “jawaban” kebutuhan manusia saat itu.
            Disamping itu dia juga memiliki kepribadian yang sangat menarik sehingga dinamakan “malaikat terang” (Dan. 9:26), dan sebagai “tanduk kecil yang mendominsai 10 tanduk lainnya” yaitu Negara-negara lain (Dan. 7:8,24). Dalam Daniel 11:36 dan seterusnya dijelaskan lebih spesifik lagi bahwa terletak di sebelah Timur Kerajaan Yunani dan di sebelah Utara Syrua. Jadi disekitar bagian Timur Asia kecil.
            Dalam 31/2 tahun pertama, Rusia dan sekutu-sekutunya akan terus mengembangkan kuasa militer dan diplomaticnya yang masih memberikan kuasa seimbang di dunia. Rusia kemudian menguatkan ikatannya dengan dunia Arab (Liga Arab). Berdasarkan Yehezkiel 38:1-6 dan riset sarjana-sarjana modern tentang lokasi, ternyata Magog (Negerinya GOG, pemimpin sekutu utara), yang terdiri dari Mesekh dan Tubal, adalah Rusia.
            Sekutu-sekutu Rusia ialah Persia (Yeh. 38:5), yang sekarang adalah Iran. Sekutu kedua dinamakan Ethiopia yang diperuntukan bagi tanah Kusy, yaitu sebagiam dari Arab. Dalam The New Scffhezeog Encilopedia Of Religions Knowledge, dilaporkan bahwa daerah itu ialah sebelah timur Bbel yang dahulu dan orang-orang di utara Arabia.jadi kemungkinan sekali ini Afganistan dan Irak. Sekutu ketiga adalah orang Put yang menurut penyelidikan modern adalah Armenia, yaitu Turki (Bangsa Turks) dan orang-orang yang mendiami Asia Utara sampai ke Samudera Pasifik (mungkin orang Asia juga). Dan masih ada lagi kelompok yang lain (Yeh. 36:6).

Pembangunan Israel Menurut Pola Antikristus
            Perjanjian perdamaian dengan Antikristus menjamin beberapa hak istimewa bagi Isarel, pembangunan kembali Bait Allah, dan persembahan koranam menurut system yang diminta Antikristus (Dan. 9:27). Penduduk Israel pun menungkat secara luar biasa, karena mereka berdatangan dari seluruh penjuru dunia (Yeh. 37).
            Pola kepahlawanan Antikristus membangkitkan semangat bagi pembangunan Palestina dan penggalian sumber-sumber daya alam (Yeh. 38:11-12). Kebaikannya menjadikan bangsa Israel menganggapnya sebagai teman dekat bahkan ada yang menerimanya sebagai Mesias (Yeh. 28:15; Za. 11). Walaupun kemudian mereka akan dikhianati.

Agama Gereja Dunia
            Selanjutnya Antikristus ingin menguasai bidang keagamaan dengan merestui terbentuknya agama gereja dunia (Why. 17). Semua agama dunia akan dipersatukan di bawah pimpinannya. Ia akan menjadi sangat kaya dan mengusai sistim ekonomi bagi kepentingan Antikristus (Za. 5:11; Why. 14:8; 17:3, 5; 18:12,21).
            Nama disebut sebagai raja Babel sesuai dengan kejadian 11:9. Ia menekankan kesenangan duniawi dan mengijinkan kebebasan percabulan, ia merestui serta mengijinkan pembunuhan terhadap para penentangnya dengan nama agama sesuai keinginan Antikristus. Ia akan menduduki kota besar 7 gunung (Why. 17:8-9).

Penginjilan Sedunia dan Para Syahit
            Walaupun demikian kerasnya tekanan dari Antikristus, namun Injil kerajaab akan dikhotbahkan di semua tempat di dunia. Dan isi Injil itu sama dengan Injil yang dikhotbahkan oleh Tuhan Yesus yang dinamakan: Injil Kerajaan (Mat. 24:14). Beritanya tetap, yaitu keselamatan karenaiman kepada Yesus Kristus, dengan tekanan kehancuran Antikristus oleh Yesus Kristus yang akan kembali dalam kemuliaan. Dan hal ini berakibat seluruh dunia akan mendengar Injil Kerajaan itu. Bahkan sesudah kematian dua saksi 144.000 orang Israel yang dimeteraikan menjadi saksiitu mati syahit oleh kebengisan Antikristus, Allah akan memobilisasi malaikat-malaikat untuk bersaksi, sehingga pada akhirnya seluruh dunia ini memiliki kesempatan untuk mendengar Injil yang kekal itu (Why. 14:6) penginjilan seduniamenjadi lengkap.

Penghukuman Atas Dunia (6 Meterai)
            Meterai pertama, ialah seekor kuda putih, yaitu Antikristus dan kemenangannya,
6:2 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan. (Why. 6:2)

            Tuhan Yesus sendiri sudah menyinggung keberadaannya ketika berkata,
24:6 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 24:7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.(Mat. 24:6-7)

            Metrai kedua ,ialah seekor kuda merah, yaitu perang dan pertumpahan dara:
6:4 Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar. (Why. 6:4)

            Meterai ketiga, ialah seekor kuda hitam, yaitu kelaparan yang diakibatkan oleh perang dan kekeringan yang dikirim dari atas: “. . .ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya” (Why. 6:5).
            Meterai keempat, seekor kuda hijau kuning, yaitu kematian ¼ dari penduduk dunia akan hancur karena pedang, kelaparan, wabah, binatang buas:
“. . .ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.” (Why.6:8).

Meterai kelima, ialah jiwa-jiwa di mezbah yang menuntut penghukuman. Mereka yang baru diselamatkan akan dibunuh bagi firman Allah pada masa itu. (Why. 6:10).
            Meterai kenam, ialah terjadinya goncangan di langit dan di bumi. Di mana gempa dahsyat akan menggoncang bumi dan asap dan debu akan menutupi matahari, dan bulan (Yl. 2:30-31). Langit akan diguncangkan dan terbelah dua. Manusia akan memperoleh penglihatan tentangf Allah di takhta-Nya dan mereka akan gemetaar ketakutan. Tanda-tanda ini akan mengawali permulaan Hari Besar Tuhan yang dinamakan Tuhan Yesus: Tribulasi besar atau “Great Tribulation” (Why. 6:12-17).

Kejadian Di Tengah-Tengah Masa Tribulasi
            Peristiwa yang terjadi di pertengahan tribulasi, yakni pada tahun 31/2, adalah Setan dilempar ke bumi, kemenangna besar Antikristus, dan pembatalan perjanjian dengan Israel, dan kemurkaan Anak Domba yang lebih dahsyat.

Setan Dilempar Ke Bumi
            Aatas perintah Allha, Malaikat Mikhael menghepas Setan dan pengikut-pengikutnya (yaitu 1/3 daru jumlah malaikat0malaikat atau bintang-bintang). Selanjutnya, Setan yang adalah naga itu akan berusaha menganiaya Israel dengan cara yang terdahsyat yang tidak terjadi di bumi (sebelum atau sesudah itu).

Kemenangan Besar Antikristus Atas Rusia
            Sementara Antikristus semakin kuat dan berkuasa, dan setelah menghancurkan Russia (Gog dan Magog, Yeh. 38-39), maka ia menjadi satu-satunya penguasa dunia. Hal ini diakibatkan Rusia termakan oleh bujukan Setan untuk bersekutu dengan Negara-negara di Timur Syiria. Dengan tentaranya yang banyak serta angkatan udaranya yang kuat (Yeh. 38:8-9); Dan. 11:40), Rusia menyerbu Yerusalem, yang dilindungi oleh Antikristus melalui perjanjian dengan Israel. Kalkulasinya ialah secara untung-untungan akan menaklukan daerah Timur Tengah sehingga akan memperoleh keseimbangan kekuatan.
            Menaggapi serbuan itu, Antikristus beraksi bersama-sama tentara Barat yang sangat besar jumlahnya memasuki pusat negeri Palestina dan menghancurkan 5/6 pasukan Gog. Dan kemudian menambahkan negeri-negeri Arab ke dalam aliansi yang dukuasainya dan selanjutnya menempatkanmarkasnya di Yerusalem (Dan. 11:40-45). Selanjutnya Antikristus (binatang besar) itu akan dibunuh di sini, tetapi kemudian lukanya yang mematikan itu disembuhkan. Sehingga dikatakan: ia bagaikan keluar dari “jurang maut” (abbss+The heart of the Earth) untuk memerintahkan dunia bagi kepentingan Setan, naga itu (Why. 11:7; 13:2-3; 17:8). Dan di kala ia keluar dari jurang maut, lalu membunuh kedua saksi yang segera dibangkitkan dan naik ke sorga.
            Mengenai identitas kedua saksi ini, ada beberapa penafsiran. Penafsiran pertama berkata, mengingat kedua tkoh Perjanjian Lama dari kalangan bangsa Israel, maka mereka berkesimpulan keduanya adalah Musa dan Elia. Alasannya adalah adanya kesamaan mujizat keduany saksi Allah ini dengan Nabi Musa dan Elia. Namun harus disadari kedua saksi ini akan mengalami kematian purna tugas mereka. Kualifikasi kematian ini harus dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh oleh golongan-golongan di atas, oleh karena Musa secara tegas dinyatakan oleh firman Allah sebagai “telah mati” (Ul. 34:5, Yud. 9). Jadi sulit bagi kita untuk menerima orang yang sudah mati bangkit, lalu mati lagi untuk kemudian bangkit lagi. Oleh karena itu proposal terbaik untuk kedua saksi ini adalah Henok dan Elia.

Pembatalan Perjanjian Damai
            Selanjutnya Antikristus membatalkan Perjanjian Perdamaian 7 tahunnya dengan Israel. Ini terjadi selagi Israel sibuk membersihkan negerinya dari mayat-mayat yang begelimpangan akibat peperangan, karena iinvasi Gog dan Magog ke Yerusalem. Alasan utama pembatalan Perjanjian Perdamaian itu ialah karena Antikristus tidak memerlukan lagi bantuan Israel dalam menghadapi Rusia. Sistim penyembahan Israel yang baru dibangun akan dibasmi dan diganti dengan sistim penyembahan binatang besar di dalam Bait Allah (Dan. 9:27, 2 Tes. 2:4).
            Antikristus menjadi musuh besar Israel, di mana ia kemudian mengejar dan menganiaya semua orang Yahudi yang menolak menyembah kepadanya. Dengan perantaran mujizat Allah, rombongan Israel akan dipelihara selama 31/2 tahun terakhir (Mat. 24:24-25; Why. 12:14-16). Banyak yang lainnya akan mengalami penganiayaan hebat di dekat Yerusalem, karena penolakan penyembahan kepada binatang besar itu, namun mereka belum lagi rela menerima Yesus Kristus sebagai Mesias yang sesungguhnya (Za. 12).

Pengumuman Murka
            Setelah kejadian-kejadian di atas, murka Allah mulai berlaku. Setengah jam keadaan hening di Sorga, sesudah pengumuman murka Allah (Why. 6:17). Hal ini merupakan pendahuluan ke dalam Tribulasi Besar (Why. 8:1). Dan pembukaan Meterai ke-7 oleh Anak Domba, dengan memperkenalkan 7 malaikat dengan sangkakala (terompet) sebagai tanda penghakiman. Ternyata bahwa pencampakkan setan dari sorga terjadi sebelum terompet-terompet dibunyikan (Why. 9:1-12).

Peristiwa-Peristiwa Masa Tribulasi Besar
            Masa Tribulasi Besar ini meliputi peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam 31/2 tahun terakhir Periode Tribulasi tujuh tahun. Jadi ini merupakan 31/2 tahun kedua. Peristiwa yang terjadi adalah Antikristus memerintah sebagai Binatang Besar, penghancuran gereja dunia, pencurahan tujuh murka sangkakala, peningkatan penyembahan palsu, perang Armagedon, Kedatangan Tuhan Yesus dalam kemuliaan-Nya, pengadilan terhadap bangsa-bangsa, dan penghukuman Stan. Peristiw-peristiwa itu dapat dirinci seperti berikut.

Antikristus Mmerintah Sebagai Raja
            Mulai saat ia keluar dari dalam laut (pusat bumi), ia akan menjadi suatu potensi dunia yang besar sekali, sehingga ia dengan mudah akan dapat menjajah dunia. Ia memiliki kekuasaan yang tidak terbatas, sebab ia bertindak sebagai agen dari si Setan dan mendapat kuasa langsung dari Setan (Why. 13:4,8).[untuk penjelasan yang lebih lengkap tentang siapa dan bagaimana karya dari Sang Antikristus, lih. J. Dwight Pentcosr, Things to Come, hal. 332-339].

Gerja Dihancurkan
            Setelah seluruh dunia ada di bawah kekuasaannya, maka Antikristus menghancurkan “Gereja Dunia” dan penyembahan kepada binatang  saja yang diijinkan. Lembaga ini telah menguasai dunia keagamaan di bawah Antikristus selama 31/2 tahun peertama, dan akan dihancurkan oleh sepuluh raja yang bersekutu saat itu (Why. 17:16-18). Kejatuhannya dijelaskan sebagai kejatuhan Babel, yaitu suatu system kegamaan yang berbentuk sinkritisme dalam penyembahan.

Murka Allah-6 Sangkakala (Why. 8,9)
            Pristiwa selanjutnya adalah lanjutan dari murka supranatural yang berasal dari takhta Allah; yang ditandai secara berurutan dengan enam sangkakala:
Sangkakala pertama (8:7) merupakan datangnya hujan es dan api bercampur darah, sehingga membakar hangus 1/3 dari rumput –rumput hijau di bumi ( hal ini agak mirip dengan bala Mesir).
Sangkakala kedua (8:8,9) menjadikan sesuatu seperti gunung besar yang menyala-nyala dihempaskan ke dalam laut, sehingga 1/3 air laut menjadi darah, dan 1/3 makhluk laut bernyawa mati, serta 1/3 kapal-kapal didunia binasa.
Sangkakala ketiga (8: 10,11) membuat meteor besar berapi bernama Apsintus dihempaskan ke bumi, sehimgga 1/3 sungai dan mata air di bumi tercemar polusi, beracun. Hal ini berakibat banyak manusia yang akan mati.
Sangkakala keempat (8:12) menyebabkan terjadi kegelapan di bumi. Ini diakibatkan terpukulnya 1/3 matahari, bulan, bintang dan tidak berfungsi, sehingga 1/3 dari siang dan malam tidak bercahaya (mungkin akibat polusi tadi).
Sankakala kelima (9:1-12) ditandai munculnya bala belalang yang sangat dahsyat, yang belum pernah ada sebelumnya di bumi. Dan belalang ini akan menyiksa semua manusia kecuali 144.000 saksi. Dan belalang yang keluar dari Abyss atau jurang maut ini akan menganiaya manusia itu selama 5 bulan. Dan tidak ada kematian pada waktu itu. Ini suatu penderitaan yang amat sangat dahsyat.
Sangkakala keenam (9:13-19) menyebabkan munculnya dua ratus juta tentara berkuda yang dipimpin oleh raja-raja dari Timur, sehingga memusnakan 1/3 penduduk dunia (lih. Why. 16:12, di mana sungai Efrat akan kering secara ajaib, yang memungkinkan tentara itu masuk ke Yerusalem), yaitu sekutu Negara-negara Asia yang akan menyerang karena takut akan kuasa universal Antikristus (kepala kerajaan-kerajaan dari Barat).
Sangkakala ke tujuh (11:15) dibunyikan untuk memperkenalkan ke 7 cawan Murka Allah berikutnya (Lih. Why. 15-16). Terjadi tingkat hukuman yang memuncak dibandingkan hukuman yang dinyatakan oleh sangkakala tadi.

Penyembahan Palsu Meningkat
            Sebagai pengganti sistim penyembahan yang pertama, dipaksakanlah penyembahan kepada “binatang itu.” Dan melalui nabi palsunya, Antikristus akan membentuk agama dunia untuk penyembahan bagi dirinya yang berupa patung yang akan ditempatkan di Bait Allah. Melalui system penyembahan ini akhirnya Setan disembah (Why. 13:8,11-17). Selanjutnya perdagangan akan tergantung kepada penyembah-penyembah Setan itu, dan setiap orang yang bukan penyembah Setan mengalami kesukaran dalam perdagangan.
            Kedua saksi akan dibunuh saat ini oleh Antikristus (Why. 11:7-12), juga ke 144.000 orang saksi seperti Wahyu 14. Oleh sebab itu kesaksian Injil akan berkurang, sehingga malaikat-malaikat akan diutus turut memperingatkan manusia perihal penghakiman yang dahsyat dari Tuhan.
            Perekonomian di masa ini akan diatur oleh sisitim keagamaan yang sesuai dengan penyembahan binatang. Pembelian dan penjualan barang memakai tanda 666, dan tanda binatang itu terukir pada dahi maupun tangan kanan manusia. Meskipun sistim ini akan mengganggu jalannya perdagangan dunia, namun dipaksakan juga sebagai suatu cara mendapatkan penyembahan total pada dirinya (Antikristus) dan kepada Setan (Why. 13).

Perang Armagedon
            Peristiwa selanjutnua adalah datangnya angkatan bersenjata dari segala bangsa yang akan berkumpul di lembah Armagedoan untuk menyerang Yerusalem sebagai pernyataan amarah mereka yang dahsyat terhadap Allah. Atas anjuran binatang besar, mereka beperang melawan Anak Domba (Za. 12:3; 14:1-2; Why. 19:19).

Kembalinya Yesus Kristus Dalam Kemuliaan
            Di saat nampaknya seolah-olah binatang itu akan menang, maka langit akan terbuka, dan Kristus akan turun dengan lascar-Nya yang berkuda putih semuanya dan Ia akan menjatuhkan penghakiman terhadap musuh-musuh-Nya yang mengakibatkan beregelimpangannya mayat-mayat manusia kurang lebih 300 km kearah Utara dank e arah Selatan. Konsentrasi penghakiman adalah lembah Megido dan di Lemabah Yosafat (Yl. 3:10-16; Wyh 14:20; 16:14; 19:11-15).
            Dan kedatangan Kristus kedua kali akan disaksikan oleh setiap mata (Mat. 24:30; Why. 1:7). Barangkali Tuhan Yesus turun secara mengitari bumi ini sehingga memungkinkan kemulian-Nya disaksikan oleh seluruh dunia. Perhatikan Lukas 17:24, apakah dua peristiwa yang dilasanakan oleh Tuhan sebelum ia kembali?
            Di kala Tuhan berdiri di atas bukit Zaitun, maka bukit itu akan terbelah dua dari Utarake Selatan, dan membuat sebuah lembah yang besar dan banyak (Yeh. 47:1-3; Za. 14;4,10; Why. 16;20).
            DI KALA PERANG MENGAMUK 2/3 DARI PENDUDUK Israel akan dihancurkan (Za. 13:8,9), yang sisa akan dengan sungguh-sungguh mencari Tuhan. Pertobatan sejati itu akan membuat pandangan mereka terhadap Tuhan seolah-olah sebagai pembalas dendam yang dahsyat. Tetapi di kala mereka melihat luka-luka-Nya, mereka mengenal Dia sebagai Tuhan Yesus dari Nazareth, dan pertobatan masalpun terjadi, karena kesadaran akan penolakan mereka terhadap-Nyatelah berlangsung berabad-abad (Za. 12:10; 13:1,6). Sedangkan mereka yang masih ragu-ragu dan tidak mau bertobat akan dihakimi dan dibinasakan sebagai “perawan-perawan,” yaknu orang yang tak beriman dari Israel.
            Mereka yang bertobat dan menjadi kelompok inti dari anak-anak Ibrahim yang memasuki Kerajaan Seribu Tahun dalam tubuh fana untuk turut membangun Kerajaan. Meskipun mereka akan juga melahirkan anak-anak yang akan memerlukan keselamatan dari Mesias itu, mereka sendiri akan hidup sampai kerajaan Damai Sejahtera (KDS) berakhir, sebagai umat tebusan Tuhan.

Kristus Mengaadili Bangsa-Bangsa Yang Tertinggal
(Non Israel Yang Masih Hidup)
            Pada waktu kedatangan Kristus dari Sorga yang disertai oleh Gereja-Nya, maka Dia akan menangkap Antikristus dan nabi palsu itu, yang akan dibuang ke dalam lautan api secara serentak (Why. 19:20). Selanjutnya bumi akan dihancurkan dan seluruh tentara dan pengikut Antikristus akan dimakan oleh burung-burung (Luk. 17:37; Why. 19:17-21).

Setan Dan Naga Dirantai
            Selanjutnya Setan dan Naga akan dirantai oleh Mikhael dan dibuang ke dalam jurang maut selama 1000 tahun.
20:1. Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya;
20:2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,
20:3 lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. (Why. 20:1-3)

            Semua orang yang masih hidup akan diadili dalam pengadilan bangsa-bangsa dengan ukuran tesnya, ialah tanggapan mereka kepada Injil (Mat. 25:31-46). Selanjtnya mereka yang percaya akan masuk ke dalam Kerajaan Seribu Tahun untuk turut melayani di sana. Semua yang tidak percaya, yang masih hidup akan dibunuh dan dibawah ketempat siksaan dan penantian sampai berakhirnya masa Kerjaan Seribu Tahgun. (Chart)